Strategi Menanggulangi Kenakalan Santri

  • Post published:26 March 2018
  • Post category:KABAR

modern.com. Strategi berarti segala cara dan daya untuk menghadapi sasaran tertentu dalam kondisi tertentu agar memperolah hasil yang diharapkan secara maksimal. Strategi pedidikan pada hakikatnya adalah pengetahuan atau seni mendayagunakan sumua faktor atau kekuatan untuk mengamankan sasaran kependidikan yang hendak dicapai melalui perencanaan dan pengarahan dalam operasional sesuai dengan situasi dan kondisi lapangan yang ada, termasuk ula perhitungan tentang hambatan-hambatan. (Moh. Haitami Salim & Syamsul kurniawan,Study Ilmu Pendidikan Islam, (Ar-ruzz Media),  210)

Dalam menghadapi santri, ada beberapa hal yang harus selalu diingat, yaitu bahwa jiwa remaja adalah jiwa yang penuh gejolak (strum and drang) dan bahwa lingkungan sosia remaja juga ditandai dengan perubahan sosial yang cepat yang mengakibatkan kesimpangsiuran norma (keadaan anomie). Kondisi internal dan eksternal yang sama-sama bergejolak inilah yang menyebabkan masa remaja memang lebih rawan daripada tahap-tahap lain. (Sarlito W. Sarwono,Psikologi Remaja, (Raja Grafindo Persada, 2012),280)

Oleh karena itu ada beberapa upaya untuk menanggulangi kenakalan santri antara lain:

1. Pendekatan Tarbiyah (cara mendidik)

  • Mendidik Melalui Pengembangan , yaitu meningkatkan keimanan dan ketakwaan peserta didik pada Allah SWT yang telah ditananmkan dalam lingkungan keluarga. Pada dasarnya dan pertama-tama kewajiban menanamkan keimanan dan ketakwaan dilakukan oleh setiap orang tua dalam keluarga. Sekolah hanya berfungsi untuk menumbuh kembangkan lebih lanjut dalam diri anak melalui bimbingan, pengajaran, dan pelatihan. Dengan melalui proses belajar mengajar pendidikan Aqidah Akhlaq diharapkan terjadinya perubahan dalam diri anak baik aspek kognitif, efektif maupun psikomotor.
  • Medidik Melalui Pengalaman,  Syaiful Bahri Djamrah dan kawan-kawannya menyatkan bahwa pengalaman yang dilalui seseorang adalah guru yang baik. Pengalaman pun juga, belajar dari pengalaman adalah lebih baik dari sekedar bicara dan tidak pernah berbuat sama sekali.Meskipun pengalaman diperlukan dan selalu dicari selama hidup namun tidak semua pengelaman yang bersifat mendidik, suatu pengalaman dikatakan tidak mendidik jika guru tidak membawa kearah pendidikan akan tetapi menyelewengkan dari tujuan itu. Memberi pengalaman yang edukatif kepada anak didik berpusat kepada tujuan yang memberikan arti terhadap kehidupan anak interaktif dengan lingkungannya.
  • Mendidik Melalui Keteladanan, Rasulullah adalah panutan terbaik bagi umatnya, pada diri beliau senantiasa ditemukan tauladan yang baik serta kepribadian yang mulia sifat-sifat yang ada pada beliau adalah Shiddiq, Amanah, Tabligh, dan Fathonah.Dalam proses pendidikan berarti setiap pendidik harus berusaha menjadi teladan peserta didiknya, teladan dalam semua kebaikan dan bukan sebaliknya.
  • Mendidik Melalui Pembiasaan, Pembiasaan suatu tingkah laku tertentu yang sifatnya otomatis tanpa direncanakan terlebih dahulu dan berlaku begitu saja tanpa dipikirkan lagi.Dengan pembiasaan pendidikan memberikan kesempatan kepada peserta didik terbiasa mengamalkan ajaran agamanya, baik secara individual maupun secara berkelompok dalam kehidupan sehari-hari.
  • Mendidik Melalui Emosional,Untuk menggugah perasaan dan emosi remaja dalam meyakini ajaran islam serta dapat merasakan mana yang baik dan buruk.emosi adalah gejala kejiwaan yag ada dalam diri seseorang. Metode mengajara yang digunakan dalam penekan perasaan adalah metode ceramah, sosio drama, dan cerita (kisah).
  • Mendidik Melalui Penanaman Nilai, artinya  adanya penanaman nilai ini kesehatan jiwa peserta didik akan sangat membantu, dan bisa mengontrol dari bentuk-bentuk kenakalan yang akan dilakukan diluar sana.alfaqir.

 

Leave a Reply