TENTANG MODERN

Pondok Modern Muhammadiyah Paciran adalah salah satu Pondok Pesantren di wilayah Jawa Timur yang berorientasi pada Akhlaq Karimah, Aqidah, Sains,  Ilmu alat (nahwu & shorof), Bahasa (arab & inggris) dan Lifeskill. Sebagai lembaga pendidikan, Pondok Modern tetap berupaya semaksimal mungkin untuk mencetak santri yang memiliki Akhlak Mulia.  Tugas tersebut merupakan sebuah amanat kenabian yang telah diemban oleh Rasulullah SAW. semenjak beliau diutus.

Orientasi keilmuan yang dijalankan mengacu dengan kurikulum pendidikan nasional, kurikulum kemenag dan kurikulum pondok pesantrenMu guna mencetak santri yang memiliki kecakapan di bidang ilmu pengetahuan umum dengan kemampuan pengajaran berbasis agama, sesuai dengan tingkatan pendidikannya. Pondok Modern juga berupaya semaksimal dan seoptimal mungkin untuk mencetak produk santri yang hafal al Qur’an dan memiliki kecakapan berbahasa arab dan inggris baik secara pasif maupun aktif.


LOGO

VISI PONPES

Visi :

“Terwujudnya kader ulama, zuama’, dan pendidik yang berakhlak karimah dan berwawasan luas”

Indikator :

  1. Alim dalam bidang pengetahuan Umum dan Agama
  2. Memiliki Akhlak karimah
  3. Berwawasan Kebangsaan, Kebahasaan, Kearifan Lokal dan Kebinnekaan

MISI PONPES

Misi :

  1. Mengadakan pengkaderan ulama melalui pendekatan pembelajaran fikih muqoronah dengan literatur kitab-kitab klasik dan modern
  2. Menumbuhkembangkan pembelajaran agama dan umum, memiliki life-skills serta berakhlak karimah.
  3. Menumbuhkembangkan Pendidikan Kemuhammadiyahan melalui Organisasi Ikatan Pelajar Muhammadiyah dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah.

TUJUAN PONPES

Tujuan :

“ Mencetak kader ulama Muhammadiyah dan pemimpin umat di masa depan, cakap, terampil, berakhlak karimah, mandiri, serta berwawasan luas”

HYMNE PONDOK

HYMNE PONDOK
Cipt: Ust. Nur Hadi

 ... يا معهدى ...  يامعهدى
ربّيتنى فى كلّ يوم
من الصغر حتى الكبر... رحيما صابرا
فا لامن و الهناء يسكنان قلبي

            ما أجمل كلا مك كمثل الجواهر
واحسن سلوكك تكون قد وتى
سأ ذكر طول عمري فضلك يامعهدى
يد يمك ويبارك لك الله ربّنا

Oh pondokku...
Kau ibuku
Siang malam mengasuhku
Dari kecil hingga dewasa
Dengan kasih dan sayang
Rasa tenang aman dan damai dalam sanubariku

Sungguh besar wibawamu
Anggun pribadimu
Lemah lembut tutur katamu
Jadi pedomanku

Kan ku kenang
S’lama hidupku jasamu oh pondokku
Semoga kau subur dan jaya
Dalam lindungan tuhan


SEJARAH MODERN

Berdirinya Pondok Modern Muhammadiyah Paciran, tidak terlepas dari berdirinya Lembaga Madrasah Islamiyah Paciran pada tahun 1946 yang didirikan oleh K.H.M. Ridlwan Syarqowi (alm). Munculnya lembaga pendidikan tersebut merupakan jawaban atas keprihatinan terhadap perkembangan kehidupan keagamaan masyarakat, dan disemangati oleh usaha pemurnian pengamalan keagamaan menurut ajaran Islam yang benar dan bebas dari praktek-praktek takhayyul, bid`ah dan khurafat yang mengarah kepada perbuatan syirik.

Dari tahun ke tahun Madrasah tersebut mengalami kemajuan yang pesat. Pada tahun 1957 Madrasah Islamiyah Paciran tersebut berubah menjadi Madrasah Muhammadiyah Paciran. Pada tahun 1958 Madrasah Muhammadiyah Paciran mengembangkan sayap menjadi perguruan Muhammadiyah Paciran. Perubahan-perubahan pada lembaga pendidikan tersebut yang dipelopori oleh K.H.M. Ridlwan Syarqowi (alm) dan dibantu oleh K.H. Tibyani Mujahid (alm) K.H. Salamun Ibrahim (alm), K.H.A. Karim Zen (alm), KH. Choiruman Ilham, LC (alm) dan KH. A. Munir (mudir sekarang), menunjukkan perkembangan yang sangat dinamis sebagai pusat pendidikan Islam untuk kalangan masyarakat Paciran dan sekitarnya.

Perkembangan yang dinamis membawa dampak yang positif sehingga pelajar-pelajar dari luar Paciran bahkan Luar Jawa menuntut ilmu di lembaga tersebut. Karena semakin banyaknya pelajar dari luar daerah (dan dari luar Jawa), sedangkan daya tampung lembaga pendidikan tersebut sangat terbatas, maka pada tahun 1983 Perguruan Muhammadiyah Paciran berubah menjadi Pondok Modern Muhammadiyah Paciran.

Tekad untuk mengelola lembaga pendidikan berbasis pondok pesantren dengan sistem asrama tersebut didasari oleh rasa kepedulian sosial serta tanggung jawab terhadap :

  • Minimnya Pondok pesantren yang berbasis Muhammadiyah, yang mampu serta memiliki dasar keagamaan yang kuat, memiliki jiwa serta landasan aqidah maupun syari`ah yang jauh dari segala amalan ubudiyyah yang berbau takhayyul, bid`ah, khurâfat dan syirk.
  • Semakin kritisnya kader kepemimpinan dan muballigh Muhammadiyah yang memiliki orientasi dakwah untuk menyeru kepada kebaikan (al-amru bi al-ma`rûf) dan mencegah atau paling tidak meminimalkan kemungkaran (al-nahyu `an al-munkar), sebagaimana yang telah dituangkan di dalam visi dan misi Muhammadiyah.
ORIENTASI DASAR KEPONDOKAN

Dalam memberikan arah dan landasan operasional bagi pelaksanaan program-program pondok, maka telah dirumuskan beberapa orientasi dasar yang berfungsi sebagai pedoman bagi seluruh aktifitas Pondok Modern Muhammadiyah Paciran, baik pada skala lembaga pendidikan formal maupun pada tataran lembaga pendidikan non-formal, sebagai berikut:

1.    Orientasi al-akhlâq al-karîmah; yaitu sebuah arahan di mana pondok sebagai lembaga pendidikan harus berupaya semaksimal mungkin untuk mencetak produk santri yang memiliki al-akhlâq al-karîmah, di mana tugas tersebut merupakan sebuah amanat kenabian yang telah diemban oleh Rasulullah saw. semenjak beliau diutus (إنما بعثت لأتمم مكارم الأخلاق). Orientasi ini diberikan dan ditekankan kepada setiap santri (anak didik), baik di dalam lingkungan pondok/sekolah maupun di luar lingkungan pondok/sekolah. Yang pada gilirannya akan tercermin dalam kehidupan bermasyarakt nantinya setelah tamat belajar.

2.    Orientasi keilmuan; Sebuah orientasi di mana pondok harus berupaya maksimal untuk mencetak santri yang memiliki kecakapan di bidang ilmu pengetahuan umum sesuai dengan tingkatan pendidikannya dan sekaligus ilmu agama dengan kekuatan yang berimbang. Dengan demikian orientasi ini menekankan semangat dan etos pengembangan ilmu pengetahuan sesuai dengan tuntutan zaman. Pada tataran pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi Pondok Modern Muhammadiyah Paciran berupaya agar para santri memahami sekaligus menguasai dasar-dasar sains dan teknologi sejajar dengan rekan-rekannya pada sekolah umum, disamping unggul dalam penguasaan ilmu agama, yang merupakan suatu keharusan. Jadi orientasi ini ditumbuhkankembang secara seimbang dan berimbang.

3.    Orientasi Bahasa; yaitu sebuah orientasi yang berupaya semaksimal dan seoptimal mungkin untuk mencetak produk santri yang memiliki kecakapan berbahasa. Orientasi ini diarahkan kepada penguasaan bahasa Arab, bahasa Inggris dan bahasa Jepang, baik secara pasif maupun aktif. Oleh karena itu, untuk bahasa arab dan inggris tersebut diupayakan menjadi bahasa harian pondok. Dengan menguasai dua bahasa tersebut diharapkan dapat dipergunakan sebagai sarana pembelajaran dan memahami sumber-sumber utama agama, kitab-kitab, bahkan untuk pengembangan sains dan teknologi.

SPESIFIKASI DAN POLA PENDIDIKAN

Pondok Modern Muhammadiyah Paciran, dengan pola keagamaan dan keilmuan yang dikembangkan telah berupaya menerapkan suatu tatanan pendidikan dengan pola integrated system, yaitu sebuah sistem pendidikan terpadu yang mengharuskan adanya keterkaitan antara pendidikan formal dan pendidikan non-formal, serta adanya keterkaitan antara pendidikan keagamaan dan pendidikan umum.

Pendidikan formal dan non-formal yang dikembangkan adalah dalam posisis sejajar dan saling melengkapi. Keduanya mempunyai kewajiban yang sama demi tercapainya tujuan pendidikan Pondok, dengan spesifikasi dan pola pendidikan sebagai berikut,

  1. Bidang studi keislaman
    merupakan perpaduan antara kurikulum Pondok yang menekankan pada penguasaan al-ahkâm al-syar`iyyah dan al-`aqîdah al-shahîhah, dengan kurikulum Departemen Agama RI, dengan pola pengembangan intrakurikuler maupun ekstrakurikuler. Dengan pola semacam ini anak didik/santri di samping menerima pelajaran keagamaan langsung dari seorang guru, melalui proses belajar mengajar di sekolah, juga -ketika di Asrama-, menerima materi-materi keagamaan yang diberikan oleh pada al-asâtidzah di luar jam pelajaran sekolah, yang dikemas dalam bentuk al-madrasah al-dîniyyah. Antara lain :

    • Pembinaan tilâwah dan tahfidz al-Qur’ân
    • Kajian al-Qur’an (al-tafsîr)
      dengan menggunakan tafsîr al-jalâlayn sebagai buku pegangan wajib, yang pada skala pembahasan tertentu diharapkan bisa merujuk kepada tafsîr ibn Katsîr dan jami’ al Bayan
    • Kajian hadits
      Dalam rangka penguasaan  terhadap al-ahâdîts al-nabawiyyah, Pondok Modern Muhammadiyah Paciran menetapkan dua orientas,

      • Penguasaan terhadap hadits-hadits yang berhubungan dengan hukum (al ahâdîts al-ahkâm). Dalam hal ini ditetapkan bahwa kitab Bulûgh al-Marâm karya Ibn Hajar Al-Asqalâny sebagai buku pegangan wajib, yang pada tataran tertentu dikembangkan pembahasannya dengan merujuk kepada kitâb subul al-salâm dan kitâb nayl al-awthâr.
      • Penguasaan terhadap hadits-hadits yang berkenaan dengan akhlaq. Dalam hal ini Riyâdh al-Shâlihîn merupakan buku wajib. Di samping pada tingkat pendidikan awal diharapkan (diwajibkan) untuk dapat menghafal al-arba`în al-nawawiyyah.
    • Kajian al-Tawhîd,
      dengan menggunakan buku kitab al Aqidah al Islamiyah min al kitabi wa al Sunnah al Shohihah oleh muhammad Jamil Zainu, dan syarh al-aqîdah al-Thahâwiyyah serta Majmuah Fatawa Ibnu Taimiyah sebagai buku rujukan.
    • Pembinaan untuk menguasai alat-alat bantu yang lain, seperti; ilmu ushûl al-fiqh, al-nahw dan al-sharf
  2. Bidang studi Bahasa
    diarahkan pada penguasaan Bahasa Arab dan Bahasa Inggris, baik secara pasif maupun secara aktif. Untuk itu para santri diwajibkan untuk menggunakan kedua bahasa tersebut sebagai alat komunikasi di lingkungan asrama.Dalam rangka mewujudkan program bahasa tersebut, Pondok Modern Muhammadiyah Paciran telah melakukan upaya serta langkah-langkah strategis melalui rekrutment alumni LIPIA Jakarta untuk pengembangan bahasa Arab. Bidang studi Ilmu Pengetahuan Umum, sesuai dengan kurikulum Departemen Agama dan Departemen Pendidikan Nasional.
  3. Bidang studi Kemuhammadiyahan dan keterampilan
    diberikan secara terpadu, baik melalui kegiatan intrakurikuler maupun ekstrakurikuler. Bidang studi ini merupakan suatu keharusan. Untuk itu pembinaan dan pendidikan keorganisasian (ke-IPM-an) dan kepemimpinan adalah mutlak adanya. Disamping pembinaan organisasi dan kepemimpinan melalui sarana IPM tersebut, Pondok Modern Muhammadiyah juga mengadakan Pelatihan dan Pembinaan al-du`ât dan al-muballighûn secara periodik. Hal ini dilakukan dalam kerangka pemikiran dan orientasi dasar pondok demi terwujudnya salah satu tujuan pendidikan pondok, yaitu “terbentuknya dan terciptanya kader Muhammadiyah serta generasi muda (santri) yang tangguh, berwawasan luas dan berakhlak mulia, cakap dan mandiri, mampu menjawab segala tantangan dan tuntutan zaman di segala bidang dalam posisi lebih.
LANDASAN ORGANISASI

Keyakinan dan Cita-cita Hidup Muhammadiyah

  1. Muhammadiyah adalah Gerakan Islam dan Dakwah Amar Ma'ruf Nahi Munkar, beraqidah Islam dan bersumber pada Al-Qur'an dan Sunnah, bercita-cita dan bekerja untuk terwujudnya masyarakat utama, adil, makmur yang diridhai Allah SWT, untuk malaksanakan fungsi dan misi manusia sebagai hamba dan khalifah Allah di muka bumi.
  2. Muhammdiyah berkeyakinan bahwa Islam adalah Agama Allah yang diwahyukan kepada Rasul-Nya, sejak Nabi Adam, Nuh, Ibrahim, Musa, Isa dan seterusnya sampai kepada Nabi penutup Muhammad SAW, sebagai hidayah dan rahmat Allah kepada umat manusia sepanjang masa, dan menjamin kesejahteraan hidup materil dan spritual, duniawi dan ukhrawi.
  3. Muhammadiyah dalam mengamalkan Islam berdasarkan:
    • Al-Qur'an: Kitab Allah yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW.
    • Sunnah Rasul: Penjelasan dan palaksanaan ajaran-ajaran Al-Qur'an yang diberikan oleh Nabi Muhammad SAW dengan menggunakan akal fikiran sesuai dengan jiwa ajaran Islam.
  4. Muhammadiyah bekerja untuk terlaksananya ajaran-ajaran Islam yang meliputi bidang-bidang:
    • 'Aqidah
      Muhammadiyah bekerja untuk tegaknya aqidah Islam yang murni, bersih dari gejala-gejala kemusyrikan, bid'ah dan khufarat, tanpa mengabaikan prinsip toleransi menurut ajaran Islam.
    • Akhlak
      Muhammadiyah bekerja untuk tegaknya nilai-nilai akhlak mulia dengan berpedoman kepada ajaran-ajaran Al-Qur'an dan Sunnah rasul, tidak bersendi kepada nilai-nilai ciptaan manusia
    • Ibadah
      Muhammadiyah bekerja untuk tegaknya ibadah yang dituntunkan oleh Rasulullah SAW, tanpa tambahan dan perubahan dari manusia.
    • Muamalah Duniawiyah
      Muhammadiyah bekerja untuk terlaksananya mu'amalat duniawiyah (pengolahan dunia dan pembinaan masyarakat) dengan berdasarkan ajaran Agama serta menjadi semua kegiatan dalam bidang ini sebagai ibadah kepada Allah SWT.
  5. Muhammadiyah mengajak segenap lapisan bangsa Indonesia yang telah mendapat karunia Allah berupa tanah air yang mempunyai sumber-sumber kekayaan, kemerdekaan bangsa dan Negara Republik Indonesia yang berdasar pada Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, untuk berusaha bersama-sama menjadikan suatu negara yang adil dan makmur dan diridhoi Allah SWT:

"BALDATUN THAYYIBATUB WA ROBBUN GHOFUR"

Keputusan Tanwir Tahun 1969 di Ponorogo
Disesuaikan dengan Keputusan Muktamar Muhammadiyah ke 41 di Surakarta.