Metode Pembelajaran al Qur’an

  • Post published:6 March 2018
  • Post category:KABAR

modern.com. Dalam  proses  pembelajaran,  metode  mempunyai  peranan  sangat  penting dalam  upaya  pencapaian  tujuan  pembelajaran al Qur’an.

Berikut ini ada beberapa macam metode dalam pembelajaran Al-Qur’an di antaranya yaitu :

1. Metode Baghdadi

 

            Metode ini adalah metode yang pertama kali dipergunakan dalam membaca Al – Qur’an, khususnya di Pondok Pesantren. Metode  ini tertuang dalam Qowaidul Baghdadiyah atau yang dikenal dengan turutan Juz ‘Amma. Pengajarannya relatif lama dengan melalui tahap-tahap yang ditentukan.

2. Metode Iqra’

 

Metode ini disusun Ustadzh As’ad Humam sekitar tahun 1983 – 1988. Metode ini bertujuan untuk memberantas buta huruf Al- Qur’an di kalangan umat islam, metode iqra’ memberikan penekanan langsung pada latihan membaca, guru tidak lagi memperkenalkan huruf alif sampai ya’, atau istilah melainkan langsung bunyi a, ba, ta, dan seterusnya.1

3. Metode Qira’ati

Metode ini disusun oleh Ustadz H. Dahlan Salim Zarkasy pada tahun 1963, yang diterbitkan oleh Yayasan Pendidikan Al – Qur’an Roudlotul Mujawwidin Semarang. Di dalamnya mengajarkan untuk membaca Al – Qur’an dengan tartil dan benar menurut kaidah ilmu tajwid yang ada.

4. Metode An-Nahdhiyah

 

 

Metode  An-Nahdliyah  adalah  salah  satu  metode  membaca  Al-Qur’an yang muncul di daerah Tulungagung Jawa Timur. Metode ini disusun oleh sebuah  lembaga  pendidikan  Ma’arif  cabang  Tulungagung.  Metode  ini merupakan  metode  pengembangan  dari  metode  Al-Baghdadi,  sehingga materi pembelajaran Al-Qur’an tidak jauh berbeda dengan metode Qiroati dan  Iqra’.  Akan  tetapi  yang  perlu  diketahui  adalah  bahwa  pembelajaran dalam  metode  An-

Nahdhiyah  ini  lebih  menekankan  pada  kesesuaian  dan keteraturan bacaan dengan ketukanan.

5. Metode Al-Barqi

Metode ini ditemukan oleh Drs. Muhadjir Sulthan, dan disosialisasikan pertama  kali  sebelum  tahun  1991,  yang  sebenarnya  sudah  dipraktekkan pada tahun 1983. Metode ini tidak disusun beberapa jilid akan tetapi hanya dijilid  dalam  satu  buku  saja.  Pada  metode  ini  lebih  menekankan  pada pendekatan global yang bersifat struktural analitik sistetik, yang dimaksud adalah  penggunaan  struktur  kata  yang  tidak  mengikuti  bunyi mati  ( sukun) . alfaqir.

Leave a Reply